Profil Desa
Administrator 29 Juli 2013 16:46:44 WIB
|
PROFIL DESA
- Kondisi Kalurahan Getas
- Sejarah Kalurahan Getas
Ki Ageng Getas pendhawa adalah putra dari Bondhan Kejawan (Kyai Ageng Tarub III atau Sayid Kidang Telangkas Bin Syekh Maulana Magribi). Keduanya diberi julukan Raden Depok dan menantu Susuhunan Mojo Gung bernama Syekh Abdullah dan tinggal di Getas Pendhawa.
Saat itu Ki Ageng sangat prihatin dengan kehancuran Majapahit, pada masa pemerintahan Raden Brawijaya V selalu berjuang saudara-saudara yang sama seperti peami ingin menjadi penguasa yang mengorbankan banyak nyawa, dan I Majapahit kehilangan panutan, karena semua perang rabat kekuasaan tidak peduli kehancuran rakyat kita.inilah yang disebut perang paregreg lanjutan di demak adalah sebagai berikut.
Kemudian Lelono brata yang agung meminta pangeran untuk memberikan tanah Jawa rencana perdamaian baru untuk melanjutkan pelestarian kerajaan Jawa. Menurut kearifan yang diterima, bila sudah waktunya, praja Jawa akan dicoba kembali setelah turunnya kerajaan ke redi selatan (Gunung Sewu).
Perjalanan wahyu menempuh perjalanan melalui daerah redi selatan menuju dusun Getas (sebelum nama dusun Getas). istirahat sejenak di tempat inikemudian ki ageng melakukan upacara pagas rikma sedangkan rambut yang dicukur dan tongkatnya kemudian dijadikan satu dengan pusaka. Ia lalu memerintahkan orang-orang yang ada di sana untuk dikubur (di dalam kubur) dan ditandai dengan hadirnya makam almarhum, yang kini menjadi pecahan Ki Getas Pendhawa yang sering dikunjungi para peziarah yang berasal dari luar desa.
Dalam perjalanan Ki Getas Pendhawa, tempat itu dibuka oleh Kyi Demplo, pengikut Ki Getas Pendhawa.
Pada suatu ketika datanglah seorang pemalas bernama Ki Joyo Hadi. Menurut cerita, Ki Joyo datang ke sana setelah bersemedi di sebuah mata air di tengah hutan di sebelah barat desa, disuruh oleh ghoib untuk membawanya ke desa dan menetap di dekat petak Ki Getas Pendhawa sampai kematiannya. , dan dimakamkan di tempat ini dekat sumber guwo kerok.
Ki Joyo adalah sahabat Raden Santri atau Pangeran Singosari kaleres kerabat ayahnya Raden Bagus Damar Inggil Raden Suta Wijaya putra Ki Ageng Mataram atau Ki Ageng Panahan.
Sesampai di tempat, pertanyaan dari saudara-saudara yang tinggal tentang kuburan atau kuburan yang banyak dikunjungi, kemudian menjelaskan bahwa ini adalah kisah Ki Ageng Getas Pendhawa.
Oleh karena itu, kata Ki Joyo, jika ini untuk mengingatkan anak cucu besok bahwa tempat yang diketahui adalah tempat duduk Ki Ageng Getas Pendhawa I bernama Getas Pendhawa, mereka semua mendengarkan dan menyetujui setelah Ki Joyo menjadi sesepuh di sana.
Kejadian ini masih berlangsung pada masa Panembahan Senopati duduk di keraton Mataram yang berdiri pada tahun 1587-1601 M.
Jadi Getas adalah nama pemukiman belum menjadi nama desa dan wilayahnya meliputi empat pemukiman Gembuk, Tanjung, Getas dan Ngasem dan belum ada peraturan pemerintah.
Sebelum pembentukan Lurah, ada seorang tetua desa yang diangkat Glondhong bernama Ki Bongso karan putra Ki Sampen, setelah itu disusul oleh Po Kariyo Ijoyo, seorang yang membagi wilayah desa Getas menjadi 6 (enam) pemukiman yang menjadi bibit dari dusun atau pemukiman hingga saat ini.
2.1.2. Demografi Kalurahan Getas
Jumlah penduduk Kalurahan Getas pada akhir tahun 2015 sejumlah 5514 Jiwa, terdiri dari Laki-laki sejumlah 2736 jiwa dan perempuan sejumlah 2778 Jiwa. Sedangkan jumlah penduduk per 30 Juni tahun 2021 sejumlah 5297 Jiwa, terdiri dari Laki-laki sejumlah 2628 jiwa dan perempuan sejumlah 2669 Jiwa.
Adapun jumlah penduduk laki-laki dan perempuan Kalurahan Getas per Padukuhan pada akhir tahun 2015 dan per 30 Juni 2021 seperti tabel berikut :
|
No. |
Nama Padukuhan |
Akhir 2015 |
Per 30 Juni 2021 |
||||
|
Lk |
Pr |
Jumlah |
Lk |
Pr |
Jumlah |
||
|
1. |
Gubukrubuh |
452 |
446 |
898 |
471 |
464 |
935 |
|
2. |
Ngasem |
330 |
329 |
659 |
344 |
342 |
686 |
|
3. |
Getas |
460 |
457 |
917 |
479 |
476 |
955 |
|
4. |
Tanjung |
413 |
407 |
820 |
430 |
424 |
854 |
|
5. |
Gembuk |
537 |
575 |
1112 |
559 |
599 |
1158 |
|
6. |
Ngrunggo |
435 |
454 |
890 |
453 |
473 |
926 |
Sumber Data: Monografi Kalurahan Getas
2.1.3. Keadaan Sosial Kalurahan Getas
Kalurahan Getas adalah Kalurahan yang masuk dikategori Kalurahan maju. Penduduk Kalurahan Getas sangat beraneka ragam baik itu status social maupun pendatang (penduduk luar Getas). Namun demikian keanekaragaman tersebut tidak menjadikan masalah di Kalurahan Getas.
Masyarakat Kalurahan Getas masih menjunjung tinggi tradisi dan adat istiadat. Upacara-upacara/acara adat seperti bersih dusun/desa (Rasulan), mitoni, gumbregan, gugur gunung dan masih banyak lagi masih dilestarikan oleh masyarakat Kalurahan Getas. Pada acara bersih dusun/desa (Rasulan) sering dilaksanakan kegiatan-kegiatan budaya seperti kenduri, gelar potensi Kalurahan Getas, kirab budaya, dan sebagainya. Upacara adat ini dilaksanakan sebagi wujud rasa syukur masyarakat Getas atas hasil panen dan rejeki yang diberikan oleh Tuhan YME.
Masyarakat Kalurahan Getas juga masih menjaga budaya gugur gunung (gotong royong). Mereka hidup saling tolong menolong, bahu membahu membantu satu sama lain. Dalam menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat Kalurahan Getas sering mengadakan acara kerja bakti.
Toleransi atau Budaya Tepaselira masih melekat erat di Kalurahan Getas. Dengan toleransi dan rasa tepaselira yang tinggi kerukunan masyarakat Kalurahan Getas masih terjaga dengan baik.
Dari segi keamanan, kegiatan poskamling atau ronda masih rutin dilaksanakan di Kalurahan Getas. Masyarakat Kalurahan Getas sangat menyadari bahwa keamanan lingkungan adalah menjadi tanggung jawab bersama. Demikianlah keadaan sosial Kalurahan Getas, Kalurahan Getas yang aman, tentram, dan damai.
2.1.4. Keadaan Ekonomi Kalurahan Getas
Kalurahan Getas merupakan pintu masuk Kabupaten Gunungkidul melalui jalur alternatif dari arah barat. Sebagai jalur masuk ibukota Kabupaten dan jalur Provinsi, hal tersebut berpotensi pengembangan perekonomian masyarakat di sector perdagangan. Hal tersebut dimanfaatkan oleh warga masyarakat getas untuk membuka usaha mikro kecil menengah di berbagai bidang seperti bidang industry makanan, mebelair, sablonase, toko kelontong.
Sektor pertanian dan peternakan juga merupakan salah satu mata pencaharian utama penduduk Kalurahan Getas. Lahan pertanian di Kalurahan Getas masih sangat luas. Lahan pertanian rata-rata di Kalurahan Getas adalah tanah ladang. Agar hasil pertanian di Kalurahan Getas lebih maksimal Pemerintah Kalurahan Getas telah membangun beberapa sumur ladang baik itu yang bersumber dari APBDes, APBD Kabupaten maupun APBD Provinsi. Jaringan irigasi juga dibangun sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kalurahan Getas sampai saat ini masih aktif di Kalurahan Getas. Hewan-hewan yang dipelihara dan diternakkan oleh penduduk Kalurahan Getas diantaranya adalah ayam, kambing, sapi, burung, dan ikan.
Selain pedagang, wiraswasta, peternak, dan petani, di Kalurahan Getas juga banyak sekali yang berprofesi sebagai karyawan baik swasta maupun negeri.
- Kondisi Pemerintahan Desa
2.2.1. Pembagian Wilayah Desa
Kalurahan Getas terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 100 meter diatas permukaan laut, merupakan wilayah Kapanewon Playen Curah hujan di Kalurahan rata-rata 2300 mm/tahun. luas wilayah Kalurahan 7,2. Ha, terbagi dalam 6 Padukuhan, yang secara rinci dapat dilihat dalam tabel berikut :
|
No. |
Nama Padukuhan |
Luas Wilayah |
|
1. |
Gubukrubuh |
0.152 Ha |
|
2. |
Ngasem |
0.0881 Ha |
|
3. |
Getas |
0.1115 Ha |
|
4. |
Tanjung |
0.0969 Ha |
|
5. |
Gembuk |
0.1193 Ha |
|
6. |
Ngrunggo |
0.1321 Ha |
Sumber Data: Monografi Kalurahan Getas
- Batas Wilayah
Adapun batas-batas wilayah Kalurahan Getas sebagai berikut:
- Utara : Kalurahan Ngleri Kapanewon Playen
- Timur : Kalurahan Dengok Kapanewon Playen
- Selatan : Kalurahan Bleberan Kapanewon Playen
- Barat : Kabupaten Bantul
- Orbitasi / jarak dari Pemerintahan kalurahan
- Jarak dari pusat pemerintah Kapanewon : 5,6 Km
- Jarak Ibukota Kabupaten : 12 Km
- Jarak Ibukota Propinsi: : 31 Km
2.2.2. Struktur Organisasi Pemerintah Desa
Organisasi Pemerintahan Desa terdiri dari Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal). Pemerintah Kalurahan merupakan lembaga perpanjangan pemerintah pusat yang memiliki peran strategi untuk mengatur masyarakat yang ada di pedesaan demi mewujudkan pembangunan pemerintah. Berdasarkan perannya tersebut, maka diterbitkanlah peraturan-peraturan atau undang-undang yang berkaitan dengan pemerintahan Kalurahan yang mengatur pemerintahan Kalurahan, sehingga roda pemerintahan berjalan optimal.
Pemerintah Kalurahan adalah Lurah dan Pamong Kalurahan. Pamong Kalurahan berkedudukan sebagai unsur pembantu Lurah dan bertanggung jawab kepada Lurah. Pamong Kalurahan di Kalurahan Getas terdiri atas :
- Sekretariat Desa;
- Pelaksana Teknis; dan
- Pelaksana Kewilayahan.
Sekretariat Desa dipimpin oleh Carik dan dibantu oleh Kepala Urusan Tata Laksana, Kepala Urusan Danarta, dan Kepala Urusan Pangripta yang bertugas membantu Lurah dalam bidang administrasi pemerintahan.
Pelaksana Teknis terdiri dari Jagabaya, Ulu-Ulu, dan Kamituwa yang merupakan unsur pembantu Lurah sebagai pelaksana tugas operasional.
Pelaksana Kewilayahan merupakan unsur pembantu Lurah sebagai satuan tugas kewilayahan. Masing-masing wilayah dipimpin oleh seorang Dukuh.
Sampai saat ini jumlah aparat Pemerintah Desa ada 17 orang. Tabel 2.5 berikut ini adalah Data Lurah, Pamong Kalurahan dan Staf Pamong Kalurahan Kalurahan Getas :
Tabel 2.5
Data Pamong Kalurahan Getas Tahun 2022
|
No |
Nama |
Tempat, tanggal lahir |
Jabatan |
Pendidikan |
|
1. |
Saekat |
GK, 16/12/1974 |
Lurah |
SMA |
|
2. |
Masrur Achmad |
GK, 20/02/1989 |
Carik |
S-1 |
|
3. |
Dhona Putri Safitri |
Karanganyar, 24/04/1990 |
Kaur Danarta |
S-1 |
|
4. |
Zamani |
GK, 04/01/1970 |
Kaur Tatalaksana |
SMA |
|
5. |
Iswa Nurul Fajar |
GK, 30/10/1998 |
Kaur Pangripta |
D-3 |
|
6. |
Ahmad Khusaini |
GK, 05/04/1971 |
Jagabaya |
SMA |
|
7. |
Supancar |
GK, 17/01/1981 |
Ulu-Ulu |
S-1 |
|
8. |
Syaifullah |
GK, 03/04/1986 |
Kamituwa |
SMA |
|
9. |
Thoharudin |
GK, 05/05/1979 |
Dukuh Gubukrubuh |
SMA |
|
10. |
Sutrisno |
GK, 19/10/1966 |
Dukuh Ngasem |
SMA |
|
11. |
Taryono |
GK, 12/03/1963 |
Dukuh Getas |
SMA |
|
12. |
Suhadi |
GK, 12/08/1976 |
Dukuh Tanjung |
SMA |
|
13. |
Aris Marwanto |
GK, 17/01/1989 |
Dukuh Gembuk |
SMA |
|
14. |
Kuswadi |
GK, 14/09/1962 |
Dukuh Ngrunggo |
SMA |
|
15. |
Marlupi |
GK, 10/10/1979 |
Staff |
SMA |
|
16. |
Lasimin |
GK, 11/05/1965 |
Staff |
SMA |
|
17. |
Dwi Hartanto |
GK, 25/12/1983 |
Staff |
SMA |
- Data Sumber Daya Desa
- Sumber Daya Alam
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Pada umumnya, sumber daya alam berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi SDA yang dapat diperbaharui dan SDA tak dapat diperbaharui. SDA yang dapat diperbaharui adalah kekayaan alam yang dapat terus ada selama penggunaannya tidak dieksploitasi berlebihan. Tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar matahari, angin, dan air adalah beberapa contoh SDA terbaharukan. Walaupun jumlahnya sangat berlimpah di alam, penggunannya harus tetap dibatasi dan dijaga untuk dapat terus berkelanjutan. SDA tak dapat diperbaharui adalah SDA yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis. Minyak bumi, emas, besi, dan berbagai bahan tambang lainnya pada umumnya memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang untuk kembali terbentuk sehingga jumlahnya sangat terbatas.
Pada Kalurahan Getas sendiri terdapat beberapa sumber daya alam diantaranya hewan, tumbuhan, sinar matahari, air, angin, dan tanah. SDA Hewan di kalurahan getas diantaranya pertama terdapat sapi, kambing, domba, kelinci, ikan, kucing, dan lainnya.
Kedua, tumbuhan. Kalurahan getas sendiri terdapat beberapa tumbuhan yang dapat diperjual belikan diantaranya kayu jati, mahoni, dan glugu.
Ketiga sinar matahari. Matahari merupakan pusat tata surya dan sumber kehidupan di Bumi. Energi yang dihasilkan matahari mampu memberikan banyak manfaat untuk makhluk hidup. Matahari menghasilkan dua jenis energi, yakni energi cahaya dan energi panas, yang keduanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat Kalurahan Getas. Manfaat adanya sinar matahari diantaranya sebagai sumber penerangan alam semesta, mengatur siklus air, dan pergantian musim di bumi yang secara tidak langsung akan berpengaruh ke sektor pertanian pada Kalurahan Getas.
Keempat, air. Air merupakan kebutuhan utama mahluk hidup. Air juga dibutuhkan oleh manusia tidak hanya sebagai bahan baku tetapi juga dibutuhkan sebagai media produksi, sebagai air irigasi untuk keperluan budidaya pertanian, sebagai media produksi industri dan tenaga listrik. Air yang ada dibumi ini tidak hanya dibutuhkan oleh manusia tetapi juga oleh alam guna menjaga stabilitas ekosistemnya. Dalam suatu sistem sungai, selain untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, air juga dibutuhkan untuk menjaga stabilitas sungai dengan kemampuan untuk membawa dan mengendapkan sedimen, untuk menjaga kualitas lingkungan dan lain-lain. Oleh karena itu keberadaan air dalam kuantitas, kualitas dan waktu tertentu sangat diharapkan guna menjamin kelestarian hidup manusia dan lingkungan.
Kelima, angin. Ada begitu banyak manfaat angin bagi kehidupan manusia. Setiap manusia tentu pernah merasakan kesejukan yang diberikan oleh angin. Angin merupakan udara yang bergerak akibat adanya perbedaan tekanan udara dengan arah aliran angin dari tempat tekanan tinggi ke bertekanan rendah. Atau dari daerah bersuhu atau temperatur rendah ke wilayah bersuhu tinggi. Tahukah kalian, angin mempunyai hubungan erat dengan sinar matahari. Sebab, daerah yang kaya akan paparan sinar matahari akan mempunyai suhu lebih tinggi dan tekanan udara lebih rendah. Sehingga nantinya akan terjadi aliran udara. Selain itu, manfaat angin lainnya adalah untuk pertanian. Sebagaimana kita tahu proses penyerbukan tanaman yang melibatkan putik dan benang sari dapat dibantu melalui beberapa media, seperti serangga, angin dan manusia.
Keenam, tanah/lahan. Potensi lahan memiliki arti penting untuk pengolahan lahan dan pemanfaatan lahan. Lahan yang memiliki potensi untuk pertanian dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas tinggi serta produksi tanaman pertanian yang banyak. Lahan di wilayah getas memiliki tanah yang subur. Di mana dampak dari letak geologis yang banyak aktivitas gunung berapi yang menghasilkan tahah vulkanik. Tanah vulkanik terbentuk dari lahar dan abu. Lahar dan abu kaya akan mineral, seperti zat besi, kalsium, megnesium, sodium, atau silikon. Kondisinya tersebut cukup bagus untuk kegiatan ekonomi di bidang pertanian.
- Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah kalurahan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan dari suatu wilayah kalurahan. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia sebagai penggerak, pemikir dan perencana, aset atau modal untuk mencapai tujuan wilayah tersebut.
Tabel 2.8
Jumlah Penduduk Kalurahan Getas berdasarkan
Jenjang Pendidikan
|
No |
Tingkat pendidikan |
Tahun 2015 (jiwa) |
per 30 Juni 2021 (jiwa) |
|
1) |
Tidak/belum sekolah |
570 |
588 |
|
2) |
Taman Kanak-kanak |
475 |
480 |
|
3) |
Sekolah Dasar/ sederajat |
1682 |
1800 |
|
4) |
SLTP / sederajat |
559 |
565 |
|
5) |
SMA/sederajat |
1378 |
1458 |
|
6) |
Akademi/D1-D3 |
483 |
488 |
|
7) |
Sarjana |
131 |
132 |
|
8) |
Pasca Sarjana |
1 |
3 |
Pemerintah kalurahan Getas telah mengupayaka agar warganya memiliki pendidikan wajib 12 tahun yaitu dari jenjang Ssekolah Dasar minimal hingga setingkat SLTA/sederajat. Dengan adanya fasilitas SD/MI, MTs Negeri, hingga MA/SMK diharapkan mampu membangun sumber daya manusia yang mempunyai pengetahuan dan skill yang tinggi untuk bersaing di dunia kerja. Banyak dari warga yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja. Hal tersebut merupakan aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya guna mendongkrak perekonomian wilayah.
- Sumber Daya Pembangunan
Keberadaan Kalurahan Getas yang dilintasi jalur alternatif Bantul-Gunungkidul sangat mendukung dalam penyusunan strategi pengembangan dan pembangunan wilayah Kalurahan Getas. Keberadaan industri pengolahan kayu, perdagangan dan kegiatan-kegiatan lain yang mendukung perkembangan pembangunan Kalurahan Getas, perlu dipertimbangkan pembangunan yang akomodatif dalam bentuk kawasan yang ada.
Tabel 2.10 berikut ini adalah sarana prasarana yang ada di Kalurahan Getas :
Tabel 2.10
Sarana Prasarana di Kalurahan Getas
|
No. |
Jenis Sarana Prasarana |
Jumlah |
|
1. |
Kantor Lurah |
1 buah |
|
2. |
Prasarana Kesehatan
|
1 buah 1 buah 6 buah |
|
3. |
Prasarana Pendidikan
|
1 buah 5 buah 6 buah 4 buah 1 buah 1 buah |
|
4. |
Prasarana Ibadah
|
8 buah 17 buah 0 buah |
|
5. |
Prasarana Umum
|
11 buah 1 buah 1 buah 40 buah |
- Sumber Daya Sosial Dan Budaya
Masyarakat Kalurahan Getas masih menjaga adat dan tradisi.
Budaya gotong royong atau gugur gunung masih dilestarikan oleh masyarakat Getas. Rasa toleransi yang tinggi masih sangat dirasakan di kehidupan masyarakat Kalurahan Getas.
Di Kalurahan Getas, budaya dan tradisi jawa masih terus dilestarikan. Acara-acara adat masih sering dilaksanakan di masyarakat. Kelompok-kelompok kesenian seperti reog, pedhalangan, gejug lesung, thoklik, dolanan anak, dan sebagainya masih tersebar di 6 padukuhan Kalurahan Getas.
Bidang pertanian juga masih merupakan mata pencaharian masyarakat Kalurahan Getas. Kelompok tani dan ternak sampai saat ini masih aktif di Kalurahan Getas.
- Sejarah Desa
- Profil Wilayah Desa
- Profil Masyarakat Desa
- Profil Potensi Desa
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
-
SUPANCAR
maaf ibu akta lahir buat anak atau orang dewasa?...baca selengkapnya
17 Juni 2026 11:19:12 WIB -
SUPANCAR
selamat siang ibu dian...maaf kami telat menjawab...baca selengkapnya
17 Juni 2026 11:18:38 WIB -
SUPANCAR
selamat siang kak.. maaf kami telat menjawab , ca...baca selengkapnya
17 Juni 2026 11:16:51 WIB -
SUPANCAR
selamat siang ibu maaf kami telat menjawab , cara ...baca selengkapnya
17 Juni 2026 11:16:29 WIB -
SUPANCAR
Pselamat siang pak andri, cara pengurusan akta kel...baca selengkapnya
25 Mei 2026 12:10:43 WIB -
SUPANCAR
Pselamat pagi kak, cara pengurusan akta kelahiran ...baca selengkapnya
22 Mei 2026 09:44:57 WIB -
SUPANCAR
selamat siang pak wahyu.. Cara perbaharui akta kel...baca selengkapnya
08 Mei 2026 10:52:31 WIB -
SUPANCAR
selamat pagi kak Nita , pelayanan pengurusan akta ...baca selengkapnya
08 Mei 2026 10:43:40 WIB -
SUPANCAR
selamat pagi bapak fajar,.. mohon maaf untuk antri...baca selengkapnya
15 Januari 2026 08:55:00 WIB -
SUPANCAR
Selamat pagi ibu wulan, terimakasih dan mohon maaf...baca selengkapnya
31 Desember 2025 11:40:24 WIB
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |










